LHOKSEUMAWE – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Al-Banna Lhokseumawe terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kepakaran riset dosen melalui penyelenggaraan Workshop Akselerasi Talenta Riset Hukum Berdampak Melalui Penguatan Road Map Penelitian, yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa, 26–27 Oktober 2026 di Aula STIH Al-Banna.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian, Pengabdian, dan Penjaminan Mutu (LP3M) STIH Al-Banna ini merupakan rangkaian lanjutan dari workshop akselerasi talenta riset yang telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya.
Workshop tersebut terlaksana atas dukungan Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset di Perguruan Tinggi Tahun 2026 dari Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Workshop ini difokuskan pada penguatan kepakaran dosen melalui penyusunan peta jalan (road map) penelitian yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, para dosen diharapkan mampu membangun fokus keilmuan yang konsisten sekaligus menghasilkan penelitian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Ketua STIH Al-Banna, Muksalmina, S.H.I., M.H, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kepakaran dosen menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem riset hukum yang unggul dan berdampak.
Menurutnya, penelitian yang berkualitas tidak cukup hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban akademik dan publikasi ilmiah, tetapi juga harus memiliki arah pengembangan keilmuan yang jelas serta mampu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan hukum di tengah masyarakat.
“Untuk melahirkan riset yang benar-benar berdampak, para dosen harus memiliki kepakaran yang mumpuni. Penguatan road map penelitian merupakan salah satu strategi penting dalam membangun kepakaran tersebut secara terarah dan berkelanjutan,” ujar Muksalmina.
Muksalmina juga mengapresiasi kerja keras LP3M STIH Al-Banna yang kembali berhasil menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas peneliti melalui dukungan program hibah Kemendiktisaintek.
“Alhamdulillah, tahun ini kita diberikan kesempatan untuk menyelenggarakan dua workshop akselerasi talenta riset. Tentunya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja keras dan komitmen LP3M STIH Al-Banna dalam membangun budaya penelitian yang semakin baik,” ungkapnya.
Muksalmina berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas forum diskusi dan peningkatan pengetahuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan road map penelitian individual dosen yang kemudian diwujudkan dalam karya ilmiah, publikasi bereputasi, dan penelitian yang memiliki dampak nyata.
“Kita berharap seluruh dosen yang mengikuti kegiatan ini nantinya dapat menunjukkan bukti nyata bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam workshop benar-benar diwujudkan melalui karya penelitian yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Yulia, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, sebagai narasumber utama.
Kehadiran akademisi tersebut menjadi bagian dari upaya STIH Al-Banna dalam memperkuat kompetensi dosen untuk merancang agenda penelitian jangka panjang yang selaras dengan bidang kepakaran masing-masing.
Melalui penguatan road map penelitian, dosen didorong untuk mengembangkan penelitian secara berkesinambungan, mulai dari pemetaan isu strategis, penetapan fokus dan arah penelitian, hingga pengembangan publikasi serta kontribusi hasil riset bagi masyarakat.
Penyusunan peta jalan penelitian ini juga diharapkan mampu mengintegrasikan agenda riset dosen dengan kebutuhan pembangunan daerah dan nasional, sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua LP3M STIH Al-Banna, Muhammad Rudi Syahputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi, baik dosen internal maupun dosen dari sejumlah perguruan tinggi mitra.
Workshop tersebut turut diikuti oleh dosen dari Universitas Almuslim, Universitas Malikussaleh, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syamsuddhuha, dan STIKES Muhammadiyah Lhokseumawe, serta sejumlah mahasiswa yang memiliki ketertarikan dalam bidang penelitian.
Menurut Ketua LP3M, keterlibatan dosen lintas perguruan tinggi mencerminkan semakin terbukanya peluang kerja sama akademik, khususnya dalam pengembangan penelitian kolaboratif dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah.
Ia menjelaskan bahwa penguatan kapasitas riset tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kesinambungan antara pengembangan kepakaran individu, penguatan kelembagaan penelitian, dan perluasan jejaring kolaborasi antarakademisi.
Karena itu, workshop ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendorong lahirnya kolaborasi penelitian lintas perguruan tinggi, terutama di wilayah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan STIH Al-Banna dalam membangun ekosistem penelitian yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak.
Muksalmina menegaskan bahwa STIH Al-Banna berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan riset dengan berbagai perguruan tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Melalui penguatan kapasitas peneliti, pematangan road map penelitian, dan perluasan kolaborasi akademik, STIH Al-Banna berharap dapat meningkatkan daya saing dosen sekaligus menghadirkan hasil-hasil riset hukum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, rangkaian Workshop Akselerasi Talenta Riset Tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan hukum dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Tinggalkan Komentar