Lhokseumawe – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Al-Banna Lhokseumawe kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan keilmuan hukum dengan nilai-nilai Islami. Dalam rangka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, STIH Al-Banna menggelar tes wawancara sekaligus uji kemampuan membaca Al-Qur’an bagi seluruh calon mahasiswa.
Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, Muhammad, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk menilai kesiapan akademik para calon mahasiswa, tetapi juga mengukur kualitas moral dan spiritual mereka. “Kampus hukum di Aceh tidak cukup hanya pintar secara intelektual, tetapi juga harus memiliki dasar agama yang kuat. Membaca Al-Qur’an adalah pondasi yang mencerminkan identitas keilmuan di daerah yang menerapkan Syariat Islam,” ungkapnya.
Langkah yang ditempuh STIH Al-Banna ini menjadi terobosan penting di lingkungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Jarang sekali ada PTS yang memberlakukan seleksi baca Al-Qur’an sebagai bagian dari proses penerimaan mahasiswa baru.
Dengan model seleksi ini, STIH Al-Banna berupaya menghadirkan atmosfer akademik yang sejalan dengan kearifan lokal dan nilai kedaerahan Aceh. Sebagai satu-satunya provinsi yang menerapkan hukum syariat di Indonesia, sudah sewajarnya akademisi Aceh dituntut untuk cakap dalam membaca Al-Qur’an.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Aceh maupun di luar Aceh untuk memasukkan aspek keagamaan dalam proses seleksi mahasiswa. “STIH Al-Banna ingin menjadi contoh bagaimana tradisi akademik dan nilai religius dapat dipadukan. Ini bukan sekadar seleksi administratif, tetapi juga upaya membentuk generasi intelektual hukum yang berintegritas dan berlandaskan nilai Islami,” tambah Muhammad, S.H., M.H.
Kegiatan seleksi ini disambut positif oleh para calon mahasiswa dan orang tua, yang menilai bahwa STIH Al-Banna tidak hanya menyiapkan sarjana hukum yang cerdas, tetapi juga berkarakter sesuai nilai-nilai syariat.
Tinggalkan Komentar